Pacangsanak

Pacangsanak

Kawasan Pacangsanak mempunyai fungsi yang sangat penting karena merupakan muara Sungai Citanduy, Sungai Cibeureum, Sungai Cikonde, dan sungai-sungai kecil lainnya yang berpengaruh besar terhadap kelancaran fungsi sistem pengendalian banjir Wilayah Sungai (WS) Citanduy dan sistem drainase daerah irigasi. Kawasan Pacangsanak meliputi wilayah Pangandaran, Kalipucang, dan Segara Anakan yang merupakan satu kesatuan sistem dari hulu hingga hilirnya. Kawasan Pacangsanak meliputi wilayah adminstrasi Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kota Banjar yang berada di Provinsi Jawa Barat, dan Kabupaten Cilacap yang berada di Provinsi Jawa Tengah.

Kawasan Pacangsanak ini berada pada WS Citanduy yang terbagi dalam 24 (dua puluh empat) Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Citanduy, DAS Cibeureum, DAS Citotok, DAS Cimeneng, DAS Cikonde, DAS Sapuregel, DAS Gatel, DAS Branalang, DAS Kipah, DAS Panembung, DAS Karanganyar, DAS Tambakreja, DAS Nirbaya, DAS Solokjari, DAS Permisan, DAS Lembongpucung, DAS Solok Permisan, DAS Solokpring, DAS Pandan, DAS Solokdewata,  DAS Ciparayangan, DAS Cijolang, DAS Cipambokongan, dan DAS Cipanerekean. DAS merupakan suatu ekosistem yang tersusun atas komponen-komponen biofisik dan sosial (human system) yang hendaknya dipandang sebagai suatu kesatuan yang tak terpisahkan satu sama lain. Namun secara administrasi pemerintahan, wilayah DAS habis terbagi dalam satuan wilayah administrasi pembangunan kabupaten dan kota yang sangat terkotak-kotak. Kondisi ini menyebabkan penanganan DAS menjadi tersekat-sekat dan sangat tidak efisien. Banyak program pemerintah yang dilakukan untuk menyelamatkan kondisi DAS dari kerusakan lingkungan yang semakin hari justru semakin bertambah sulit. Kenyataan ini juga seringkali memicu  dan mempertajam konflik sosial di antara stakeholders yang ada di dalamnya.

Batas Kawasan DAS bersifat lintas lokal melampaui batas-batas administrasi, sehingga masalah DAS menyangkut beberapa kabupaten dalam satu atau lebih provinsi seyogyanya diselesaikan secara lintas kawasan administrasi.

DAS Citanduy membentang dari bagian hulu wilayah Provinsi Jawa Barat–Provinsi Jawa Tengah. DAS Citanduy berada di dalam 9 (sembilan) wilayah kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar di Provinsi Jawa Barat serta Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas di Provinsi Jawa Tengah, DAS Cimeneng di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas, DAS Cibeureum, DAS Citotok, DAS Cikonde, DA Sapuregel, DAS Gatel, DAS Branalang, DAS Kipah, DAS Panembung, DAS Karanganyar, DAS Tambakreja, DAS Nirbaya, DAS Solokjari, DAS Permisan, DAS Lembongpucung, DAS Solok Permisan, DAS Solokpring, DAS Pandan, dan DAS Solokdewata di Kabupaten Cilacap, serta DAS Ciparayangan, DAS Cijolang, DAS Cipambokongan, dan DAS Cipanerekean di Kabupaten Ciamis. Cakupan WS Citanduy untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Kawasan Taman Nasional Pacangsanak

Gambar 3.1 Kawasan Taman Nasional Pacangsanak

 

Lokasi penting kawasan ini meliputi :

  1. Segara Anak Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah sebagai Tempat Perlindungan Keanekaragaman Hayati;
  2. Kawasan Strategis Pariwisata Pangandaran

Bentangan morfologi di Kawasan Pacangsanak bervariasi mulai dari puncak perbukitan hingga hamparan dataran. Posisi tertinggi di atas permukaan laut adalah puncak Gunung Sawal dan Gunung Bengkok di Kabupaten Ciamis, dengan ketinggian sekitar 1000-1500 dpl, sementara posisi terendah di bagian timur dan selatan DAS Citanduy yaitu Segara Anakan dengan ketinggian 0-25  m dpl yang merupakan muara dari sungai Citanduy. Kondisi ketinggian Kawasan Pacangsanak dapat dilihat pada Gambar 3.2.

 

Gambar 3.2 Ketinggian Kawasan Pacangsanak

 

Adapun kondisi morfologi Kawasan Pacangsanak dapat dilihat pada Gambar 3.3 berikut ini.

Gambar 3.3 Morfologi Kawasan Pacangsanak

Kawasan Pacangsanak merupakan kawasan yang selalu tumbuh, sehingga pola ruang kawasan bervariasi, dan pola ruang Kawasan Pacangsanak dapat dilihat pada Gambar 3.4.

Transportasi berfungsi untuk mendorong, merangsang pertumbuhan daerah dalam menikmati pembangunan sekaligus untuk mendukung tercapainya pertumbuhan dan perkembangan wilayah dalam rangka meningkatkan kinerja dan meningkatkan kualitas maupun kualitas pelayanan (to answer development). Jaringan transportasi di kawasan DAS Citanduy dan Segara Anakan akan meliputi Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Cilacap yang mendominasi wilayah DAS Citanduy ini. Jaringan transportasi tersebut meliputi jaringan transportasi darat, laut, dan udara.

Sistem jaringan transportasi darat di wilayah ini meliputi :

  1. Arteri primer, fungsi jalan ini adalah melayani perhubungan ekternal (antar kota dalam provinsi), pengelolaan jalan ini merupakan jalan Negara/Nasional. Pola jaringan fungsi jalan ini linier yang melayani pergerakan Barat-Timur yaitu ruas jalan Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Majenang dan Cilacap dan seterusnya kearah Purwekerto dan Yogyakarta.
  2. Kolektor primer, fungsi jalan ini melayani perhubungan eksternal (antar kota dalam provinsi), pengeololaan jalan provinsi, ruas jalan ini melayani pergerakan utara-selatan, yaitu ruas Pangandaran-Banjar-Ciamis-Kuningan/Majalengka.
  3. Lokal, fungsi jalan ini melayani perhubungan internal – eksternal yaitu pergerakan dalam wilayah menuju luar wilayah.

Sarana transportasi yang berada di Kawasan Pacangsanak terdiri dari :

  1. Terminal regional di Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Cilacap berupa terminal regional yang melayani angkutan antar kota, antar provinsi dan terminal lokal dimasing-masing ibukota kecamatan yang melayani internal diwilayah masing-masing kecamatan/kabupaten.
  2. Jaringan jalur kereta api terdiri atas jalan lintas raya dan lintas cabang. Jaringan Kereta Api ini pola mengikuti jalur jalan arteri yaitu menghubungkan kota-kota pusat kegiatan ekonomi primer.
  3. Untuk lintas cabang Banjar – Cijulang direncanakan akan diaktifkan kembali yang berfungsi untuk menunjang kegiatan pariwisata di Pantai Selat Pangandaran.
  4. Stasiun Kereta Api terdapat.
  5. Stasiun Cabang besar di Kota Ciamis .
  6. Stasiun Cabang Kecil di kota Kecamatan Banjarsari, Stasiun Bojong, Padaherang, Cijulang, Pangandaran dan Parigi.
  7. Transportasi sungai, terdapat pelabuhan/dermaga angkutan penumpang dan barang di Kalipucang (Pelabuhan Santolo dan Pelabuhan Majingklak). Pelabuhan ini melayani pergerakan yang menghubungkan Kalipucang dengan Kota Cilacap (Jawa Tengah). Selain itu melayani komersial, pelabuhan ini juga melayani rute  angkutan pariwisata. Moda transportasi yang melayani adalah jenis ferri angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) Kapasitas dibawah 10 ton.

Sistem transportasi laut/perairan dikawasan DAS Citanduy ini terdapat di Kabupaten Ciamis dan kabupaten Cilacap terdiri dari pelabuhan Nelayan di Pangandaran dan Batukaras serta Pelabuhan Penyeberangan Cilacap-Kalipucang. Selain itu dilengkapi dengan adanya TPI (Tempat Pelelangan Ikan) disekitar kawasan Pangandaran yang dapat menampung hasil tangkapan. Pelabuhan yang  terdapat di Kabupaten Cilacap yaitu pelabuhan Tanjung Intan Cilacap yang merupakan pelabuhan antar Samudra, Nusantara dan khusus kegiatan indutsri. 

Bandar udara yang terdapat di Kabupaten Ciamis adalah Bandar Udara Nusawiru di Kecamatan Cijulang, dengan landasan pacu (run way) bandar tersebut sepanjang 1.400 meter dengan lebar 30 meter. Taxiway untuk landasan keluar masuk (parkir) selebar 20 meter. Pesawat yang digunakan dibandara ini baru berupa pesawat jenis CN – 235 produksi Indonesia.  Sedangkan di Kabupaten Cilacap melalui Bandar Udara Tunggul Wulung tercatat  117  kali penerbang yang datang dan berangkat mencapai 112 unit.  Sedangkan penerbangan yang mengangkut penumpang datang mencapai 1.001 orang dan berangkat mencapai 889 unit.

 

Peta Rencana

Logo

Sistem Informasi Pemanfaatan Ruang (SIFATARU) berisi informasi Pemanfaatan Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional yang disajikan dalam data tekstual, tabular, spasial dan gambar.

Peta

1map.com

Kontak Kami

Gedung Ditjen Tata Ruang
Jl. Raden Patah I
No. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110
Tlp / Fax: 021-7226577
Email: pk.pemanfaatan2@gmail.com