Tujuan KSN

  1. Kawasan Perkotaan Mamminasata sebagai salah satu Pusat Pertumbuhan Wilayah dan/ atau Pusat Orientasi Pelayanan berskala Internasional, serta Penggerak Utama di Kawasan Timur Indonesia.
  2. Keterpaduan penyelenggaraan penataan ruang antara wilayah nasional, wilayah provinsi, dan wilayah kabupaten/ kota di Kawasan Perkotaan Mamminasata.
  3. Sistem perkotaan Kawasan Perkotaan Mamminasat yang berhierarki, terstruktur, dan seimbang sesuai fungsi dan tingkat pelayanannya. 
  4. Keseimbangan fungsi lindung dan fungsi budidaya pada Kawasan Perkotaan Mamminasata sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan. 
  5. Pertahanan dan keamanan negara yang dinamis serta integrasi nasional di Kawasan Perkotaan Mamminasata.

Lingkup Wilayah

Kawasan Perkotaan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar selanjutnya disebut Kawasan Perkotaan Mamminasata adalah satu kesatuan kawasan perkotaan yang terdiri atas Kota Makassar sebagai kawasan perkotaan inti, Kawasan Perkotaan Maros di Kabupaten Maros, Kawasan Perkotaan Sungguminasa di Kabupaten Gowa, Kawasan Perkotaan Takalar di Kabupaten Takalar, sebagai kawasan perkotaan di sekitarnya, yang membentuk kawasan metropolitan. Kawasan Perkotaan Mamminasata mencakup 46 Kecamatan.

Profil KSN

Profil Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kawasan Perkotaan Mamminasata, digambarkan melalui Kegiatan-Kegiatan yang terdapat didalamnya dan Sistem Jaringan Prasarana untuk mendukung dan mewujudkan Tujuan Penataan Ruang dari KSN Mamminasata. 
Tujuan utama adalah mewujudkan Kawasan Perkotaan Mamminasata sebagai salah satu pusat pertumbuhan wilayah dan/atau pusat orientasi pelayanan berskala internasional serta penggerak utama di Kawasan Timur Indonesia, sehingga mampu memgang peran sebagai Pusat Logistik Indonesia Timur, baik sebagai Pusat Produksi, dan sekaligus sebagai Pusat dan Jalur Distribusi Nasional dan Internasional.

  • Pantai Losari
  • Kawasan Perkotaan Makassar
  • Benteng Somba Opu
  • Rumah Adat

Isu Strategis

Di dalam sistem perkotaan nasional, Makassar sebagai kota utama dalam lingkup Kawasan Perkotaan Mamminasata berperan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN)

  1. Perkotaan Makasar dengan Mamminasata saat ini berkembang sebagai pintu gerbang bagi pembangunan Indonesia di Kawasan Timur, berfungsi sebagai pusat pelayanan produksi, distribusi dan jasa, serta berfungsi sebagai simpul transportasi untuk melayani wilayah nasional atau beberapa propinsi.
  2. Bersamaan dengan pesatnya perkembangan Kota Makassar, tumbuh pula berbagai pesoalan pada Kawasan Perkotaan Mamminasata kepada, antara lain lingkungan, transportasi, kelangkaan sarana dan prasarana permukiman, sosial dan ekonomi.
  3. Dalam Pengembangan Kawasan Metropolitan Mamminasata terdapat empat isu strategis yang menjadi perhatian utama

Sarana Prasarana

  • Sistem Jaringan Prasarana Perkotaan
  • Sentra Kawasan Ekonomi Baru dan Industri Strategis
  • Peningkatan Aksesibilitas antar wilayah
  • Sistem Transportasi Darat; Jalan Raya, Jalan Bebas Hambatan dan Kereta Api
  • Sistem Transportasi Udara
  • Sistem Transortasi Laut dan Pengembangan Kawasan Pelabuhan
  • Terminal Daya
  • Centre Point of Indonesia
  • Centre Point of Indonesia
  • TPA

Sinkronisasi PR

Kegiatan strategis adalah Sinkronisasi RTR dan Rencana Rinci dalam :

  1. Perda No 04/2015 RTRW Kota Makasar. 
  2. Perda No 04/2012 RTRW Kabupaten Maros.
  3. Perda No 12/2012 RTRW Kabupaten Gowa.
  4. Perda No 06/2012 RTRW Kabupaten Takalar.

Tata Kelola

Pengelolaan Kawasan Strategis Nasional, berkaitan dengan Pengelolaan : Regulasi dalam pengelolaan kepariwisataan, disamping regulasi nasional, juga regulasi pemerintah daerah, yaitu meliputi :
  1.  Pengelolaan Kawasan Industri Pergudangan dan Kawasan Pelabuhan 
  2. Pengelolaan Infrastruktur Strategis dan Jaringan Prasarana Utama
  3. Pengelolaan Pemanfaatan dan Pengendalian Pemanataan Ruang
  1. Undang – undang No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
  2. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomer 10 Tahun 2003 tentang Rencanan Tata Ruang (RTRW) Metropolitan Mamminasata

Pada tahun 2003, melalui dibentuk Kelembagaan berupa  Badan Kerjasama Pembangunan Matropolitan Mamminasata (BKSPPMM), dalam Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2003 Nomer 860-XII-2003. Hingga akhirnya terdapat Unit Pengelola Teknis (UPT) Mamminasata dengan fungsi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Perkotaan Mamminasata di 4 Kabupaten/ dan Kota.

Kelembagaan dalam Pengelolaan KSN Mamminasata : Pemerintah Daerah :
  1. UPT MAMMINASATA Provinsi Sulawesi Selatan, 
  2. Sistem Informasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang (S-iPPR) Kawasan Perkotaan Mamminasata; https://upt-mamminasata.org/ Jalan A.P. Pettarani. No. 88. Kota Makasar. 0411-458434. Upt-mamminasat.go.id ; uptmamminasata@gmail.com
  1. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan;
  2. Pemerintah Kota Makasar;
  3. Pemerintah Kabupaten Maros;
  4. Pemerintah Kabupaten Gowa;
  5. Pemerintah Kabupaten Takalar;

Peta RTR KSN Mamminasata

Logo

Sistem Informasi Pemanfaatan Ruang (SIFATARU) berisi informasi Pemanfaatan Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional yang disajikan dalam data tekstual, tabular, spasial dan gambar.

Peta

1map.com

Kontak Kami

Gedung Ditjen Tata Ruang
Jl. Raden Patah I
No. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110
Tlp / Fax: 021-7226577
Email: pk.pemanfaatan2@gmail.com