Maluku Utara dan Papua Barat

Maluku Utara dan Papua Barat

A.1 PROVINSI MALUKU UTARA

A.1.1 Letak Geografis dan Administrasi

Provinsi Maluku Utara terletak di antara 3º Lintang Utara - 3º Lintang Selatan dan 124º - 129º Bujur Timur. Batas-batas  Provinsi  Maluku  Utara adalah sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara     : Samudra Pasifik
  2. Sebelah Timur    : Laut Halmahera
  3. Sebelah Barat     : Laut Maluku
  4. Sebelah Selatan : Laut Seram.

Luas wilayah Maluku Utara, adalah berupa daratan seluas 31.982,50   km2. Secara administrasi Provinsi Maluku Utara terdiri dari 8 wilayah kabupaten dan  dua  kota,  berdasarkan  Peraturan Menteri   Dalam   Negeri   No. 56 Tahun 2015 luas daratan masing-masing kabupaten/kota, yaitu Halmahera Barat (1.704,20 km2), Halmahera Tengah (2.653,76  km2),  Kepulauan  Sula (3.304,32 km2), Halmahera Selatan (8.148,90 km2), Halmahera Utara (3.896,90 km2), Halmahera Timur (6.571,37 km2), Pulau Morotai (2.476 km2), Pulau Taliabu (1.496,93 km2), Ternate (111,39 km2) dan Tidore Kepulauan (1.645,73 km2).

Jarak   antara   Ibukota   Provinsi   ke Daerah Kabupaten /Kota:

  1. Sofifi – Halmahera Barat: 18,51 km
  2. Sofifi – Halmahera Tengah : 57,62 km
  3. Sofifi – Kepulauan Sula : 358,17 km
  4. Sofifi – Halmahera Selatan : 154,38 km
  5. Sofifi – Halmahera Utara : 120,29 km.
  6. Sofifi – Halmahera Timur 80, 61 km
  7. Sofifi – Pulau Taliabu : 462,17 km
  8. Soifi – Pulau Morotai : 167,16 km
  9. Sofifi – Ternate : 20, 56 km
  10. Sofifi – Tidore Kepulauan : 14,06 km

Tabel 10 Luas Wilayah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara Tahun 2015

KABUPATEN/KOTA

LUAS (KM2)

PERSENTASE

Halmahera Barat

1.704,20

5,33

Halmahera Tengah

2.653,76

8,3

Kepulauan Sula

3.304,32

10,33

Halmahera Selatan

8.148,90

25,48

Halmahera Utara

3.896,90

12,18

Halmahera Timur

6.571,37

20,55

Pulau Morotai

2.476,00

7,74

Pulau Talibu

1.469,93

4,6

 

A.1.2 Kondisi Fisik Lingkungan

A.1.2.1 Geologi

Kepulauan Maluku Utara terbentuk dari pergerakan tiga lempeng tektonik , yaitu Eurasia, Pasifik dan Indo-Australia yang terjadi sejak zaman kapur. pergerakan ini membentuk busur kepulauan gunung api kuarter yang membentang dari utara ke selatan di Halmahera bagian barat, diantaranya adalah Pulau Ternate, Pulau Tidore, Pulau Moti, Pulau Mare dan Pulau Makian. Pulau Halmahera sendiri merupakan pulau vulkanik meskipun aktivitas vulkanik yang terjadi hanya pada sebagian wilayahnya.

A.1.2.2 Iklim

Daerah Maluku mengenal 2 musim yakni : musim barat atau utara dan tenggara atau timur yang di selingi oleh dua macam pancaroba yang merupakan transisi kedua musim tersebut. Musim barat di Maluku berlangsung dari bulan Desember sampai bulan Maret, sedangkan bulan April adalah masa transisi ke musim tenggara. Musim tenggara berlaku rata-rata 6 bulan berawal dari bulan Mei dan berakhir pada bulan Oktober. Masa transisi ke musim barat adalah pada bulan November. Keadaan musim tidak homogen dalam arti setiap musim berlaku di daerah ini memberikan pengaruh yang berbeda-beda pada daratan maupun lautannya. Temperatur rata-rata 26,2 C (di Maluku Tenggara terutama pada musim hujan). Curah Hujan di Maluku 1.000 mm/thn. Terjadi di pulau Wetar dan sekitarnya.

  • Curah hujan antara 1.000 2.000 mm / thn, terjadi di pulau babar, Tanibar, Aru dan sebagian pulau Buru, kepulauan Sula, Bacan dan sekitar Tobelo Curah hujan antara 2.000 - 3.000 mm / thn. Terjadi di pulau Seram, Gorom, Obi, Morotai dan Kei Kecil.
  • Curah hujan lebih dari 3.000 mm / thn terdapat dipulau Lease, pulau Kei kecil, P.Ambon dan Kao.
  • Curah hujan tertinggi terdapat di gunung Darlisa (di pulau Seram bagian barat ) sebesar 3.384 mm / tahun.
  • Curah hujan terendah terdapat di Tiwakr (pulau Wetar) sebesar 991 mm / tahun.

Tabel 11 Curah Hujan dan Banyaknya Hari Hujan Menurut Bulan Tahun 2015

BULAN

CURAH HUJAN

BANYAKNYA HARI HUJAN

Januari

177

18

Februari

9

12

Maret

41

8

April

63

113

Mei

177

16

Juni

185

16

Juli

17

8

Agustus

-

3

September

0

0

Oktober

41

5

November

122

16

Desember

102

11

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara 2016

A.1.1 Kependudukan

Penduduk Maluku Utara pada tahun 2015 sebesar 1.162.345 jiwa yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Jumlah penduduk terbesar 219.836 jiwa mendiami  Kabupaten Halmahera Selatan. Secara keseluruhan, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan. Hal ini tercermin dari  angka  rasio  jenis  kelamin  sebesar 104,23  yang  berarti  terdapat 104  laki- laki pada setiap 100 perempuan. Penduduk usia   kerja di Maluku Utara pada tahun 2015 berjumlah 773.181  jiwa.  Dari  seluruh  penduduk usia   kerja, yang   termasuk angkatan kerja berjumlah 513.601 jiwa atau 66,43 persen dari seluruh Penduduk Usia Kerja. Dari seluruh angkatan kerja tercatat 31.058 jiwa yang diklasifikasikan sebagai penganggur, yaitu mereka yang sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan  pekerjaan,  dan  mereka yang  sudah  mempunyai  pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Dari penganggur tersebut, didominasi oleh lulusan SMTA yaitu sebanyak 46,85 %. Tingkat  pengangguran  terbuka   di Maluku Utara pada tahun 2015 sebesar 6,05 %, angka ini naik dibanding tahun sebelumnya, ini artinya jumlah pengangguran meningkat. Dilihat dari segi lapangan usaha, sebagian besar penduduk Maluku Utara bekerja di sektor  pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan  yang  berjumlah  242.381 orang atau 50,23 persen dari jumlah penduduk yang bekerja. Sektor lainnya yang juga menyerap tenaga kerja cukup besar adalah sektor jasa-jasa dengan persentase sebesar 17,56 persen.

Tabel 12 Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Maluku Utara, Tahun 2010, 2014 dan 2015

KABUPATEN/

KOTA

JUMLAH PENDUDUK

LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK PER TAHUN

2010

2014

2015

2010 -2015

2010 - 2015

Halmahera Tengah

42.980

48.414

49.807

2,95

2,84

Halmahera Timur

73.411

82.914

85.188

2,98

2,71

Pulau Morotai

52.915

59.102

60.727

2,75

2,71

Total Kab/Kota di Malut yang masuk dalam kawasan Perbatasan

169.366

190.430

195.722

 

 

Total Provinsi Malut

1.043.336

1.138.667

1.162.345

2,16

2,06

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara 2016

 

Tabel 13 Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara Tahun 2015

KABUPATEN/KOTA

JENIS KELAMIN

RASIO JENIS KELAMIN

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

JUMLAH

Halmahera Tengah

25.475

24.332

49.807

104,70

Halmahera Timur

44.699

40.489

85.188

110,40

Pulau Morotai

31.212

29.515

60.727

105,75

Total Kab/Kota di Malut yang masuk dalam kaw. Perbatasan

101.386

91.336

195.722

107,80

Total Provinsi Maluku Utara

593.197

569.148

1.162.345

104,23

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara 2016

 

A.1.2 Ekonomi

Perekonomian Maluku Utara tahun 2015 tumbuh 6,10 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Listrik dan Gas sebesar 14,70 persen, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 10,38 persen dan Konstruksi sebesar 10,21 persen. Struktur perekonomian Maluku Utara menurut lapangan usaha tahun 2015 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (24,84 persen);

Perdagangan Besar-Eceran; Reparasi Mobil-Sepeda Motor (17,38 persen); dan Administrasi

Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (17,09 persen). Bila dilihat dari penciptaan sumber  pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tahun 2015, Perdagangan Besar-Eceran; Reparasi  Mobil-Sepeda Motor memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,47 persen, diikuti Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 1,11 persen dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,66 persen.

Pada triwulan IV-2015 ekonomi Maluku Utara tumbuh 6,05 persen bila dibandingkan triwulan IV- 2014 (y-on-y). Pertumbuhan didukung oleh seluruh lapangan usaha. Konstruksi merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 13,13 persen, diikuti Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 13,04 persen dan Jasa Pendidikan sebesar 12,21 persen. Struktur perekonomian Maluku Utara pada triwulan IV-2015 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (23,96  persen); Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (18,53 persen) dan  Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor (17,31 persen). Struktur perekonomian Maluku Utara pada triwulan IV-2015 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (23,96  persen); Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (18,53 persen) dan  Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor (17,31 persen).

Tabel 14 Laju Pertumbuhan PDRB Maluku Utara Menurut Lapangan Usaha Tahun 2015 Tahun Dasar 2010 (%)

LAPANGAN USAHA

TRIW III-2015 TERHADAP TRIW II-2015

TRIWW IV-2015 TERHADAP TRIW III-2015

TRIW IV-2015 TERHADAP TRIW IV-2014

LAJU PERTUMBUHAN 2015

SUMBER PERTUMBUHAN 2015

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

0,27

-3,35

            0,48 

1,65

0,40

Pertambangan dan Penggalian

-4,10

           -4,26

            1,10

   6,54

0,66

Industri Pengolahan

-1,45

0,78 

0,30

  3,91

0,21

Pengadaan Listrik dan Gas

-3,23

21,70

10,57

14,70

0,01

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah

dan Daur Ulang

2,60

3,47

8,03

6,93

0,01

Konstruksi

         6,44

4,04

13,13

10,21

0,64

Perdagangan Besar dan Eceran,

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

           2,93

  -0,93

            5,53

8,34

1,47

Transportasi dan Pergudangan

           1,97

0,28

            6,70

7,44

0,41

Penyediaan Akomodasi dan  Makan

Minum

0,61

6,83

7,77

3,54

0,02

Informasi dan Komunikasi

2,37

1,57

            8,73

9,13

0,39

Jasa Keuangan dan Asuransi

7,40

5,20

10,80

10,38

0,29

Real Estate

3,41

4,16

9,51

7,31

0,01

Jasa Perusahaan

2,84

3,25

         9,20

5,34

0,02

Administrasi Pemerintahan, 

Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

8,83

7,16

13,04

6,83

1,11

Jasa Pendidikan

7,08

2,24

12,21

7,19

0,25

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

5,46

1,69

7,50

6,35

0,14

Jasa Lainnya

4,11

2,01

11,03

8,99

0,07

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

2,70

0,56

6,05

6,10

6,10

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara 2016

 

A.1.3 Sarana

A.1.3.1 Pendidikan

Pada tahun 2015, di Provinsi Maluku Utara terdapat 1.189 unit Sekolah Dasar (SD) dengan 3.113 guru dan 59.538 murid. Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pada tahun 2014 terdapat 409 unit SMP dengan 5.407 guru dan 57.301 murid. Sementara  untuk  Sekolah Menengah   Atas   di   Provinsi   Maluku Utara terdapat 177 unit sekolah dengan 3.156 guru dan 33.173 murid Disamping sekolah umum tersebut, di Provinsi Maluku Utara juga terdapat 117 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 134 unit Madrasah  Tsanawiyah  (MTs),  dan  66 unit Madrasah Aliyah (MA). Secara umum APS Provinsi Maluku Utara di tahun 2015 mengalami peningkatan pada seluruh kelompok umur sekolah  dibanding tahun sebelumnya yaitu untuk kelompok umur 7-12 tahun 99,08  persen,  13-15  tahun 96,68 persen dan 16-18 tahun 75,16 persen.

Tabel 15 Jumlah Fasilitas Pendidikan di Provinsi Maluku Utara Tahun 2015

KABUPATEN/

KOTA

TK

SD

SMP

SMA/SMK

Halmahera Tengah

35

63

25

10

Halmahera Timur

40

91

34

11

Pulau Morotai

12

72

18

12

Total Kab/Kota di Malut yang masuk dalam kaw. Perbatasan

87

226

77

33

Total Provinsi Malut

414

1.189

409

177

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara 2016

A.1.3.2 Kesehatan

Pada   tahun   2015,   jumlah   rumah sakit yang ada di Provinsi Maluku Utara berjumlah 15 unit, yang terdiri dari 12 rumah sakit milik pemerintah dan 3 rumah sakit milik swasta. Sementara itu, dan 1.514 unit.

 

Tabel 16 Jumlah Fasilitas Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Maluku Utara Tahun 2015

KABUPATEN/

KOTA

RUMAH SAKIT

RUMAH BERSALIN

PUSKESMAS

POSYANDU

KLINIK

POLINDES

Halmahera Tengah

1

-

11

67

-

-

Halmahera Timur

1

-

16

116

-

-

Pulau Morotai

2

-

6

93

-

-

Total Kab/Kota di Malut yang masuk dalam kaw. Perbatasan

4

-

33

276

-

-

Jumlah

17

-

132

1514

3

449

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara 2016

 

A.1.3.3 Peribadatan

Salah satu indicator ketaatan penduduk dalam menjalankan ajaran agamanya dapat dilihat dari banyaknya sarana  ibadah  yang  ada.  Pada  tahun 2015, di Provinsi Maluku Utara terdapat 1.026 masjid, 364 mushola, 652 gereja protestan, 52 gereja katolik, 1 pura dan 1 vihar. Sementara pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2015, jumlah jamaah haji dari Provinsi Maluku Utara sebanyak 843 orang, dimana kota Ternate menjadi penyumbang terbesarnya.

 

Tabel 17 Jumlah Tempat Peribadatan Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Maluku Utara Tahun 2015

KABUPATEN/ KOTA

MASJID

MUSHOLA

GEREJA PROTESTAN

GEREJA KATOLIK

PURA

VIHARA

Halmahera Tengah

43

17

47

4

-

-

Halmahera Timur

57

24

63

4

-

-

Pulau Morotai

55

0

117

5

-

-

Total Kab/Kota di Malut yang masuk dalam kaw. Perbatasan

155

41

227

13

-

-

Jumlah

1026

364

652

52

1

1

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara 2016

 

A.1.4 Prasarana

A.1.4.1 Transportasi Darat

Jalan  merupakan  prasarana angkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Usaha pembangunan yang makin meningkat  menuntut  adanya transportasi untuk menunjang mobilitas penduduk dan kelancaran distribusi barang dari dan ke suatu daerah. Panjang  jalan  provinsi   di   Maluku Utara    pada    tahun    2014    sepanjang 1.867,03 km dimana 40,76 persen memiliki   jenis   permukaan   aspal   dan 27,13 persen dalam kondisi rusak berat.

 

 

Tabel 18 Panjang Jalan Menurut Kabupaten/kota dan Kondisi Jalan di Provinsi Maluku Utara Tahun 2015

KABUPATEN/ KOTA

KONDISI JALAN

BAIK

SEDANG

RUSAK

RUSAK BERAT

Halmahera Tengah

94,33

45,18

25,85

234,57

Halmahera Timur

260,07

97,72

144,50

162,82

Pulau Morotai

-

-

-

-

Jumlah

1.622,84

1.622,84

446,79

681,68

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara 2016

A.1.4.2 Transportasi Udara

Pada tahun 2015 pula tercatat sebanyak 5.728 pesawat dan 312.278 penumpang     yang      berangkat      dan 285.447   penumpang   datang   melalui bandar udara Sultan Babullah Ternate. Arus barang yang dibongkar melalui bandar  udara  Sultan  Babullah  tercatat 3.513.734  kg  bagasi  dan  2.004.474  kg barang/kargo. Sedangkan barang yang dimuat melalui bandar udara Baabullah tahun 2015 tercatat 2.323.258 kg bagasi dan 1.283.536 kg barang/cargo.

Tabel 19 Lalu Lintas Penerbangan Dalam Negeri di Bandara Udara Baabullah Ternate Tahun 2015

BULAN

PESAWAT

PENUMPANG

BERANGKAT

DATANG

BERANGKAT

DATANG

Januari

551

551

18.776

19.341

Februari

545

545

19.931

17.634

Maret

484

484

23.351

20.734

April

539

539

24.103

21.235

Mei

482

482

27.176

24.753

Juni

428

428

26.696

25.016

Juli

431

431

27.789

24.673

Agustus

464

464

30.749

28.301

September

438

438

27.462

23.017

Oktober

450

450

24.651

27.436

November

438

438

28.454

26.522

Desember

478

478

33.140

26.785

Jumlah

5.728

5.728

312.278

285.447

Sumber : BPS Provinsi Maluku Utara 2015

A.1.4.3 Transportasi Laut

 

Tahun   2015,   jumlah   penumpang yang berangkat dari pelabuhan Ahmad Yani Ternate sebanyak    297.575 orang dan yang datang sebanyak 306.109 orang. Sedangkan jumlah barang yang dibongkar tercatat sebesar 511.062 kg dan yang dimuat sebanyak 19.829 kg.

 

A.1 PROVINSI PAPUA BARAT

A.1.1 Letak Geografis dan Administrasi

 

Secara geografis, wilayah Provinsi Irian Jaya Barat  terletak dibawah katulistiwa, antara 00 25’ – 40 18’ Lintang Selatan dan 1240 0’-1320 0’ Bujur Timur dengan batas – batas administratif wilayah :

  • Sebelah Utara     : Samudera Pasifik
  • Sebelah Barat     : Laut Seram Provinsi Maluku
  • Sebelah Selatan : Laut Banda Provinsi Maluku,
  • SebelahTimur     : Provinsi Papua

Berdasarkan administrasi wilayah, Provinsi Irian  Jaya Barat terdiri dari 8 Kabupaten dan 1Kota.Luas wilayah Provinsi Irian Jaya Barat adalah 115.363,50 km2, dimanaKabupaten Teluk Bintuni merupakan daerah yang terluas yaitu 18.658 km2 ,sedangkan Kota Sorong merupakan daerah dengan luas terkecil, yaitu 1.105 km2.

Tabel 20 Luas Wilayah provinsi Papua Barat Tahun 2015

KABUPATEN/KOTA

KUAS (KM2)

Manokwari

3.186,28

Kab. Sorong

6.544,31

Raja Ampat

8.034,44

Tambrauw

11.529,18

Manokwari Selatan

2.812,44

Kota Sorong

656,64

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

34.820,5

 

Total  Papua Barat

99.671,63

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat 2016

 

A.1.1 Kondisi Fisik Lingkungan

A.1.1.1 Geologi

Letak suatu wilayah berdasarkan lapisan pembentukan kulit bumi. Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng litosfer, yaitu lempeng Asia yang cukup stabil, lempeng Indo Australia yang bergerak ke arah utara dan lempeng dasar samudra pasifik yang bergerak ke arah barat daya. Wilayah Indonesia berada di daerah pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yaitu sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania.

A.1.1.2 Iklim

Keadaan iklim di Papua sangat dipengaruhi oleh topografi daerah. Pada saat musim panas di dataran Asia (bulan Maret dan Oktober) Australia mengalami musim dingin, sehingga terjadi tekanan udara dari daerah yang tinggi (Australia) ke daerah yang rendah (Asia) melintasi pulau Papua sehingga terjadi musim kering terutama Papua bagian selatan (Merauke). Keadaan iklim Papua termasuk iklim tropis, dengan keadaan curah hujan sangat bervariasi terpengaruh oleh lingkungan alam sekitarnya. Curah hujan bervariasi secara lokal, mulai dari 1.500 mm sampai dengan 7.500 mm setahun.

Tabel 21 Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan Menurut Bulan Tahun 2015

BULAN

CURAH HUJAN

HARI HUJAN

Januari

167,20

22

Februari

459,90

23

Maret

293,60

23

April

676,00

23

Mei

226,50

23

Juni

178,20

15

Juli

58,50

12

Agustus

68,30

14

September

63,80

10

Oktober

89,00

9

November

32,40

17

Desember

537,60

27

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat 2016

 

A.1.2 Kependudukan

Sumber utama data kependudukan adalah sensus penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus penduduk telah dilaksanakan sebanyak enam  kali sejak Indonesia merdeka, yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010. Di dalam sensus penduduk, pencacahan dilakukan terhadap seluruh penduduk yang berdomisili di wilyah territorial Indonesia termasuk warga Negara asing kecuali anggota korps diplomatic Negara sahabat beserta keluarganya. Metode pengumpulan data dalam sensus dilakukan dengan wawancara antara petugas sensus dengan responded dan juga melalui e-census, yaitu konsep di mana penduduk biasa bertempat tinggal.
Jumlah penduduk Papua Barat dari hasil proyeksi yaitu sebesar 871.510 jiwa pada tahun 2015 atau naik sebesar 849.809. kota sorong mempunyai jumlah penduduk yang paling besar, yaitu 225.588 jiwa dan Kabupaten Sorong 80.095.

 

Tabel 22 Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk per Km2 Tahun 2015

KABUPATEN/KOTA

JUMLAH PENDUDUK

KEPADATAN PENDUDUK PER KM2

2014

2015

Manokwari

154.296

158.326

49,69

Kab. Sorong

78.698

80.695

12,33

Raja Ampat

45.310

45.923

5,72

Tambrauw

13.497

13.615

1,18

Manokwari Selatan

21.282

21.907

7,79

Kota Sorong

218.799

225.588

343,55

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

531.882

546.054

 

Total  Papua Barat

849.809

871.510

8,74

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat 2016

 

A.1.3 Ekonomi

Angka PDRB Papua Barat atas dasar harga berlaku (ADHB) selama kurun waktu empat tahun terakhir adalah masing-masing 47.421,09 miliar rupiah (2012), 52.997,66 miliar rupiah (2013),  58.210,90 miliar rupiah (2014), dan 62.880,03 miliar rupiah (2015). Sementara angka PDRB Papua Barat atas dasar harga konstan (ADHK) 2010, selama kurun empat tahun terakhir adalah masing-masing 44.423,33 miliar rupiah (2012), 47.694,24 miliar rupiah (2013),   50.287,04 miliar rupiah (2014), dan 52.348,08 miliar rupiah (2015). PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) menurut pengeluaran di Provinsi Papua Barat pada tahun 2015, urutan

pertama menurut jenis pengeluaran  adalah ekspor luar negeri sebesar 36.428,40 miliar  rupiah,  diikuti oleh pengeluaran angka rumah tangga sebesar 16.575,45 miliar rupiah.

Sedangkan pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami kenaikan dari tahun 2014 sebesar 11.687,53 miliar rupiah menjadi 12.990,66 miliar rupiah pada tahun 2015. Pertumbuhan ekonomi Papua Barat tahun 2015, terutama didukung oleh pertumbuhan pada kategori konstruksi sebesar 9,73 persen, jasa keuangan dan asuransi 9,70 persen serta administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan social wajib 8,34 persen.

Tabel 23 PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2015

KABUPATEN/KOTA

TAHUN 2015

Manokwari

5.450.725,4

Kab. Sorong

7.644.017,5

Raja Ampat

2.083.063,9

Tambrauw

119.998,2

Manokwari Selatan

79.012,0

Kota Sorong

8.063.487,7

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

23.440.304,7

 

Total  Papua Barat

52.909.979,7

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat 2016

 

A.1.1 Sarana

A.1.1.1 Pendidikan

Banyaknya sekolah SD selama  periode 2015/2016 yang tercatat pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebanyak 1.016 sekolah dengan jumlah murid 131.977; SMP sebanyak 271 sekolah dengan jumlah murid 43.655 dan SMA sebanyak 112 sekolah dengan murid sebanyak 23.876.

Tabel 24 Jumlah Fasilitas Pendidikan Provinsi Papua Barat Tahun 2015

KABUPATEN/KOTA

SD

SMP

SMA/SMK

Manokwari

114

36

18

Kab. Sorong

123

36

25

Raja Ampat

104

30

17

Tambrauw

46

13

6

Manokwari Selatan

39

8

6

Kota Sorong

72

28

32

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

498

151

104

Total  Papua Barat

1.016

271

60

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat 2016

A.1.1.1 Kesehatan

Jumlah pasangan usia subur (pus) di  Provinsi Papua Barat pada tahun 2015 tercatat sebanyak 173.220. Penggunaan alat kontrasepsi tertinggi adalah suntik yaitu 39.172 atau 41,85 persen,  sedangkan yang terendah adalah MOP atau vasektomi sebesar 434 atau 0,46 persen.

Tabel 25 Jumlah Fasilitas Kesehatan Provinsi Papua Barat Tahun 2015

KABUPATEN/KOTA

RUMAH SAKIT

PUSKESMAS

Manokwari

3

13

Kab. Sorong

2

17

Raja Ampat

1

19

Tambrauw

0

10

Manokwari Selatan

0

4

Kota Sorong

5

6

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

11

69

Total  Papua Barat

16

151

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat 2016

A.1.1.1 Peribadatan

Berdasarkan data Kanwil  Departemen Agama Papua Barat, penduduk Papua Barat mayoritas beragama Kristen Protestasn yaitu sebanyak 759.377 orang (57,96%), diikuti Islam 33,15 persen, Khatolik 8,52 persen, Hindu 0,19 persen, Budha 0,18 persen dan agama lainnya 0,002 persen.

Tabel 26 Jumlah Fasilitas Peribadatan di Provinsi Papua Barat Tahun 2015

KABUPATEN/ KOTA

MASJID

MUSHOLA

GEREJA PROTESTAN

GEREJA KATOLIK

PURA

VIHARA

Manokwari

74

85

1.291

35

12

2

Kab. Sorong

92

136

203

23

40

1

Raja Ampat

35

                  9

112

1

0

0

Tambrauw

2

3

219

9

0

0

Manokwari Selatan

17

0

4

0

0

0

Kota Sorong

80

30

311

12

71

2

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

300

263

2.140

80

123

5

Total  Papua Barat

507

313

2.866

178

134

6

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat 2016

 

A.1.1 Prasarana

A.1.1.1 Transportasi Darat

Prasarana  jalan  merupakan urat   nadi   kelancaran   lalu   lintas   di darat. Lancarnya arus lalu lintas akan sangat menunjang perkembangan ekonomi suatu daerah. Guna menunjang kelancaran perhubungan darat di Provinsi Papua Barat sampai dengan keadaan akhir tahun 2013. Sarana jalan yang ada pada tahun 2013 tercatat 1.695.321 km dalam jenis aspal, 1.863.195km kerikil, 2.158.386km tanah , dan  686.347 km Lainnya.

 

Tabel 27 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan

KABUPATEN/

KOTA

JENIS PERMUKAAN

ASPAL

KERIKIL

TANAH

LAINNYA

Manokwari

517.416

454.124

418.465

1.100

Kab. Sorong

353.800

407.000

807.220

34.400

Raja Ampat

18.914

148.733

10.400

27.378

Tambrauw

0

167.880

21.500

3.500

Manokwari Selatan

-

-

-

-

Kota Sorong

287.700

16.150

240.000

0

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

1.177.830

 

1.194.247

1.497.585

66.378

Total  Papua Barat

1.695.321

1.863.195

2.158.386

7.274.989

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat 2016

 

A.1.1.2 Transportasi Udara

Dari Laporan Bandara Polonia menunjukkan bahwa pada tahun terakhir ini 2015, frekuensi penerbangan yaitu jumlah pesawat udara dan penumpang yang datang/berangkat telah mengalami perkembangan yang bervariasi, pada jumlah pesawat yang datang dan berangkat terjadi peningkatan, demikian halnya pada penumpang baik berangkat, datang dan transit mengalami kenaikan. Untuk bagasi, barang dan pos paket pada keadaan bongkar dan muat mengalami peningkatan.

 

 

 

 

Tabel 28 Banyaknya Pesawat dan Penumpang Yang Datang dan Berangkat

PELABUHAN UDARA

PESAWAT

PENUMPANG

DATANG

BERANGKAT

DATANG

BERANGKAT

TRANSIT

Manowari

4.661

4.667

213.932

232.562

97.543

Kota Sorong

487

5.215

269.300

288.300

45.898

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

5.148

9.882

477.232

523.826

143.441

Total  Papua Barat

14.062

14.409

564.076

609.132

172.764

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat 2016

 

A.1.1.3 Transportasi Laut

Tahun   2015,   jumlah   penumpang yang berangkat dari pelabuhan Manokwari sebanyak    116.242 orang dan yang datang sebanyak 102.932 orang.

 

Tabel 29 Banyaknya Penumpang Yang Datang dan Berangkat

KABUPATEN/KOTA

DALAM NEGERI

LUAR NEGERI

UNIT KAPAL

DEBARKASI

EMBARKASI

UNIT KAPAL

DEBARKASI

EMBARKASI

Manokwari

182

102.932

116.242

0

0

-

Kab. Sorong

-

-

-

-

-

-

Raja Ampat

-

-

-

-

-

-

Tambrauw

-

-

-

-

-

-

Manokwari Selatan

-

-

-

-

-

-

Kota Sorong

216

219.968

162.853

-

-

-

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

431

348.444

314.630

-

-

-

Total  Papua Barat

431

348.444

314.630

-

-

-

Sumber : BPS Provinsi Papua Barat 2016

 

Peta Rencana

Kontak