Gorontalo dan Sulawesi Tengah

Gorontalo dan Sulawesi Tengah

A.1 PROVINSI GORONTALO

A.1.1 Letak Geografis dan Administrasi

 

Provinsi Gorontalo terletak di Pulau Sulawesi bagian utara atau di bagian barat dari Provinsi Sulawesi Utara. Luas wilayah provinsi ini 12.435,00 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 1.097.990 jiwa, dengan tingkat kepadatan penduduk 88 jiwa/km².[2] Provinsi Gorontalo dihuni oleh ragam Etnis yang berbentuk Pohala'a (Keluarga), di antaranya Pohala'a Gorontalo (Etnis Hulontalo), Pohala'a Suwawa (Etnis Suwawa/Tuwawa), Pohala'a Limboto (Etnis Limutu), Pohala'a Bolango (Etnis Bulango/Bolango) dan Pohala'a Atinggola (Etnis Atinggola) yang seluruhnya dikategorikan kedalam suku Gorontalo atau Suku Hulontalo. Ditengarai, penyebaran Diaspora Orang Gorontalo telah mencapai 5 kali lipat dari total penduduknya sekarang yang tersebar di seluruh dunia.

Meskipun terbilang muda perihal pemekaran daerah, sebenarnya Provinsi Gorontalo lebih dahulu dikenal sejak zaman kolonial Belanda dengan kota-kota tua yang dimilikinya selain Kota Gorontalo (Hulontalo), antara lain:

  • Sumawa
  • Limboto
  • Tilamuta
  • Kwandang
  • Paguat
  • Marisa
  • Popayato
  • Atinggola

Pada tahun 2013, Provinsi Gorontalo secara keseluruhan memiliki 77 kecamatan serta 735 Desa/Kelurahan.[2] Data ini akan terus mengalami perubahan seiring dengan adanya rencana pemekaran daerah otonom baru (DOB) di Provinsi Gorontalo yang diprediksi akan selesai pada tahun 2020 mendatang.

Batas wilayah Gorontalo :

  • Sebelah Utara                   : Laut Sulawesi
  • Sebelah Timur                   : Provinsi Sulawesi Utara
  • Sebelah Selatan               : Teluk Tomini
  • Sebelah Barat : Provinsi Sulawesi Tengah

Tabel 2. Luas Wilayah Provinsi Gorontalo

KABUPATEN/KOTA

LUAS (KM2)

Gorontalo

2.143,48

Gorontalo Utara

2.141,86

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

4.285,34

Total Provinsi Gorontalo

12.435,00

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo 2016

A.1.1 Kondisi Fisik Lingkungan

A.1.1.1 Iklim

Suhu udara di suatu tempat antara lain ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Dengan kondisi wilayah Provinsi Gorontalo yang letaknya di dekat garis khatulistiwa, menjadikan daerah ini mempunyai suhu udara yang cukup panas. Suhu minimum terjadi di bulan Agustus dan Desember yaitu 22,1°C. Sedangkan suhu maksimum terjadi di bulan Oktober dengan suhu 33,5°C. Jadi pada tahun 2011, suhu udara ratarata Provinsi Gorontalo berkisar antara 26,0 – 27,5°C.

Provinsi Gorontalo mempunyai kelembaban udara yang relatif tinggi, rata-rata kelembaban pada tahun 2011 mencapai 81,7 persen. Sedangkan untuk curah hujan tertinggi terdapat di bulan Februari yaitu 322 mm, tetapi jumlah hari hujan terbanyak ada pada bulan Maret sebanyak 27 hari.Rata-rata kecepatan angin pada tahun 2011 yang tercatat di stasiun meteorologi umumnya merata untuk setiap bulannya, yaitu berkisar antara 1,0 – 4,0 knot.Suhu udara di suatu tempat an tara lain ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Dengan kondisi wilayah Provinsi Gorontalo yang letaknya di dekat garis khatulistiwa, menja dikan daerah ini mempunyai suhu udara yang cukup panas.

Tabel 47 Jumlah dan Banyaknya Curah Hujan Menurut Bulan

BULAN

CURAH HUJAN (MM3)

HUJAN

Januari

146

18

Februari

15

6

Maret

107

12

April

124

14

Mei

135

18

Juni

112

15

Juli

45

10

Agustus

54

15

September

6

2

Oktober

72

6

November

321

20

Desember

266

16

Sumber : BPS PRovinsi Gorontalo 2016

A.1.2 Kependudukan

Berdasarkan angka proyeksi penduduk 2014, jumlah penduduk Provinsi Gorontalo sebanyak 1.115.633 jiwa, yang terdiri dari 558.862 jiwa penduduk laki-laki dan 556.771 jiwa penduduk perempuan. Jumlah ini meningkat sebesar 1,61 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar

1.097.990. Wilayah Provinsi Gorontalo yang seluas 12.435 km2 memiliki kepadatan penduduk mencapai 90 jiwa/km2. Wilayah kabupaten/kota yang terdapat penduduknya adalah Kota Gorontalo dengan kepadatan penduduknya adalah kota Gorontalo dengan kepadatan penduduk mencapai 3.001 jiwa/km2. Sedangkan wilayah dengan kepadatan penduduk terkecil adalah Kabupaten Pohuwato, yaitu hanya sekitar 32 jiwa/km2 dengan luas wilayah 4.455,60km2.

 

 

Tabel 48 Jumlah dan Kepadatan Penduduk

KABUPATEN/

KOTA

PENDUDUK

KEPADATAN PER KM2

Gorontalo

368.149

172

Gorontalo Utara

109.502

51

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

477.651

 

90

Total Provinsi Gorontalo

1.115.633

90

Sumber : BPS Gorontalo 2016

A.1.3 Ekonomi

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Gorontalo Atas Dasar Harga Berlaku pada tahun 2014 adalah sebesar Rp. 25.201,10 miliar. Sedangkan PDRB atas Dasar Harga Konstan 2010 adalah sebesar 3.647 milyar Rupiah. Sumbangan terbesar PDRB atas dasar harga berlaku

Provinsi Gorontalo menurut lapangan usaha pada tahun 2014 adalah kategori pertanian, kehutanan dan perikanan yaitu sebesar 37,74 persen.

Pada tahun 2014, sumbangan terbesar PDRB atas dasar harga berlaku menurut pengeluaran

adalah konsumsi rumah tangga(61,12 persen). Impor juga memiliki peran yang relatif besar

yaitu sekitar 45,72 persen. Sementara itu, pengeluaran untuk kapital (PMTB) juga mempunyai peran relatif besar dengan kontribusi sekitar 31,84  persen.

 

Tabel 49 PDRB Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012 – 2014

LAPANGAN USAHA

2012

2013

2014

Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

6.763,85

7.232,59

7.698,32

Pertambangan

265,97

273,91

283,11

Industri Pengolahan

737,13

796,02

843,70

Pengadaan Listrik dan Gas

12,72

13,72

15,15

Pengadaan Air

8,94

9,54

10,25

Konstruksi

2.136,49

2.290,42

2.470,12

Perdagangan Besar dan Eceran

1.806,27

1.991,51

1.207,88

Transportasi dan Pergudangan

1.022,92

1.112,50

1.207,88

Penyediaan Akomodasi

383,57

417,94

446,92

Informasi dan Komunikasi

495,65

538,65

587,23

Jasa Keuangan

337,57

367,40

396,25

Real Estate

674,93

711,87

748,32

Jasa Perusahaan

17,73

19,05

20,19

Administrasi Pemerintahan

1.685,04

1.783,31

1.906,73

Jasa Pendidikan

692,83

787,96

894,72

Jasa Kesehatan

610,72

667,36

726,38

Jasa lainnya

333,76

355,40

374,18

PDRB

17.987,07

19.369,15

20.781,31

 

A.1.4 Sarana

A.1.4.1 Pendidikan

Peningkatan sumber daya manusia sekarang ini lebih difokuskan kepada pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengenyam pendidikan,

terutama penduduk kelompok usia sekolah (umur 7-24 tahun).Ketersediaan fasilitas pendidikan baik sarana maupun prasarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, pada tahun 2014 di Provinsi Gorontalo terdapat 1.024 SD/MI, 382 SMP/MTs, dan 143 SMA/SMK/MA.  Jumlah SD/MI terdapat penambahan sebanyak 11 unit dari tahun sebelumnya. Sedangkan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA masing-masing terdapat penambahan sebanyak 2 unit dan 6 unit dari tahun sebelumya.

Tabel 50 Jumlah Fasilitas Pendidikan Provinsi Gorontalo

KABUBAPATEN/

KOTA

TK

SD

SMP

SMA/

SMK

Gorontalo

226

331

145

38

Gorontalo Utara

58

141

54

19

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

284

472

199

57

Total Provinsi Gorontalo

699

1.024

382

143

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo 2016

A.1.1.1 Kesehatan

Ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang cukup merupakan hal penting untuk memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat. Pada tahun 2014, di Provinsi Gorontalo terdapat 12 rumah sakit dan 93 unit puskesmas. Sementara itu, jumlah tenaga kesehatan di Provinsi Gorontalo sebanyak 63 dokter ahli, 171 dokter umum, 26 dokter gigi, 51 apoteker, 273 sarjana kesehatan dan 1.260 paramedis.

Tabel 51 Jumlah Fasilitas Kesehatan Provinsi Gorontalo

KABUBAPATEN/KOTA

RUMAH SAKIT

PUSKESMAS

POSYANDU

Gorontalo

2

21

447

Gorontalo Utara

1

15

219

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

3

36

66

Total Provinsi Gorontalo

11

93

1.310

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo 2016

 

A.1.1.1 Peribadatan

Pada tahun 2015 jumlah masjid di Kota Medan sebanyak 1.047 unit. Jumlah langgar sebanyak 669 unit, jumlah gereja sebanyak 637 unit, jumlah kuil sebanyak 26 unit, jumlah wihara sebanyak 52 unit, jumlah klenteng sebanyak 6 unit. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 52 Jumlah Fasilitas Peribadatan Tahun 2005 - 2014

TAHUN

MASJID

MUSHOLA

GEREJA PROTESTAN

GEREJA KATOLIK

PURA

VIHARA

2005

1.665

90

111

24

28

4

2006

1.735

177

86

25

28

3

2007

1.776

125

25

25

28

3

2008

2.032

151

111

25

27

3

2009

1.849

-

117

17

24

2

2010

1.923

175

133

14

32

2

2011

1.923

175

133

14

32

2

2012

1.973

238

129

22

24

3

2013

1.933

238

129

22

24

3

2014

1.937

238

133

22

32

4

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo 2016

 

A.1.1 Prasarana

A.1.1.1 Transportasi Darat

Pada tahun 2014 panjang jalan negara dan jalan provinsi di Provinsi Gorontalo tidak terjadi berubah dari tahun sebelumya. Panjang jalan negera di Provinsi Gorontalo yaitu 606,70 km dan jalan provinsi sepanjang 432,51 km. Dilihat dari jenis permukaannya, jalan negara dan provinsi yang ada di Provinsi Gorontalo terdiri dari 77,35 persen jalan beraspal; 12,07 persen jalan berkerikil dan 10,58 persen jalan sisanya masih berupa tanah.

 

 

Tabel 53 Panjang Jalan Menurut Pemerintahan Yang Berwenang

KABUPATEN/KOTA

JALAN NEGARA

JALAN PROVINSI

JALAN KAB/KOTA

Gorontalo

61,27

47,39

1.891,40

Gorontalo Utara

184,12

45,00

-

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

245,39

92,39

1.891,40

Total Provinsi Gorontalo

606,70

432,51

3.637,55

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo

 

A.1.1.2 Transportasi Laut

Tahun   2015,   jumlah   penumpang yang berangkat dari pelabuhan Gorontaalo sebanyak3.422 orang dan yang datang sebanyak 7.948 orang.

Tabel 54 Banyaknya Kapal dan Penumpang Menurut Pelabuhan

PELABUHAN

KAPAL

PENUMPANG

NAIK

TURUN

Gorontalo

278

3.422

7.948

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

278

3.422

7.948

Total Provinsi Gorontalo

2.081

7.279

11.647

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo 2016

A.1.1.3 Transportasi Udara

Dari Laporan Bandara Jalaludin menunjukkan bahwa pada tahun terakhir ini 2015, frekuensi penerbangan yaitu jumlah pesawat udara dan penumpang yang datang/berangkat telah mengalami perkembangan yang bervariasi, pada jumlah pesawat yang datang dan berangkat terjadi peningkatan, demikian halnya pada penumpang baik berangkat, datang dan transit mengalami kenaikan. Untuk bagasi, barang dan pos paket pada keadaan bongkar dan muat mengalami peningkatan.

A.2 PROVINSI SULAWESI TENGAH

A.2.1 Letak Geografis dan Administrasi

Sulawesi Tengah adalah sebuah provinsi di bagian tengah Pulau Sulawesi, Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Palu. Luas wilayahnya 61.841,29 km², dan jumlah penduduknya 2.831.283 jiwa (2014). Sulawesi Tengah memiliki wilayah terluas di antara semua provinsi di Pulau Sulawesi, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Pulau Sulawesi setelah provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur yang menjabat sekarang adalah Longki Djanggola bersama dengan Sudarto untuk periode kedua.

Batas-batas Provinsi Sulawesi Tengah adalah:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Provinsi Gorontalo.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Sulawesi selatan dan Provinsi Sulawesi Tenggara.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Selat Makassar dan Provinsi Sulawesi Barat.

Pembagian wilayah berdasarkan ketinggian dari permukaan laut sbb:

  • Daratan rendah dengan ketinggian 0 100 meter dari permukaan laut sekitar 20,20 persen.
  • Wilayah dengan ketinggian 100 500 meter dari permukaan laut sekitar 27,20 persen dan
  • Wilayah dengan ketinggian diatas 500 1000 meter dari permukaan laut sekitar 26,27 persen.
  • Wilayah dengan ketinggian 1000 meter dari permukaan laut 25.90 persen.

 

 

 

Tabel 55 Luas Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah

KABUPATEN/KOTA

LUAS (KM2)

PERSENTASE

Toli-Toli

4.097,77

6,60

Buol

4.043,57

6,54

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

8132,34

13,14

Total Provinsi

61.841,20

100,00

Sumber : BPS Sulawesi Tengah 2016

A.1.1 Kondisi Fisik Lingkungan

A.1.1.1 Hidrografi

Sulawesi Tengah juga memiliki beberapa sungai, di antaranya sungai Lariang yang terkenal sebagai arena arung jeram, sungai Gumbasa dan sungai Palu. Juga terdapat danau yang menjadi objek wisata terkenal yakni Danau Poso dan Danau Lindu. Sulawesi Tengah memiliki beberapa kawasan konservasi seperti suaka alam, suaka margasatwa dan hutan lindung yang memiliki keunikan flora dan fauna yang sekaligus menjadi objek penelitian bagi para ilmuwan dan naturalis.

A.1.1.2 Iklim

Garis khatulistiwa yang melintasi semenanjung bagian utara di Sulawesi Tengah membuat iklim daerah ini tropis. Akan tetapi berbeda dengan Jawa dan Bali serta sebagian pulau Sumatera, musim hujan di Sulawesi Tengah antara bulan April dan September sedangkan musim kemarau antara Oktober hingga Maret. Rata-rata curah hujan berkisar antara 800 sampai 3.000 milimeter per tahun yang termasuk curah hujan terendah di Indonesia.Temperatur berkisar antara 25 sampai 31° Celsius untuk dataran dan pantai dengan tingkat kelembaban antara 71 sampai 76%. Di daerah pegunungan suhu dapat mencapai 16 sampai 22' Celsius.

Tabel 56 Jumlah Curah dan Hari Hujan Menurut Bulan

BULAN

JUMLAH CURAH HUJAN

JUMLAH HARI HUJAN

Januari

55,90

18

Februari

58,00

17

Maret

64,60

14

April

69,60

18

Mei

32,40

10

Juni

112,50

17

Juli

21,20

4

Agustus

4,50

3

September

20,00

2

Oktober

11,50

5

November

42,50

11

Desember

0,00

6

Sumber : BPS Sulawesi Tengah 2016

A.1.2 Kependudukan

Pertama kali tahun1961, namun Provinsi Sulawesi Tengah belum terbentuk pada waktu itukemudian kedua kalinya pada tahun 1971 jumlah penduduk Sulawesi Tengha tercatat 914 ribu jiwa, tahun 1980 jumlahny meningkat menjadi 1,28 juta jiwa, kemudian menigkatl lagi menjadi 1,71 juta jiwa pada tahun 1990, dan pada tahun 200 penduduk Sulawesi Tengah mencapai 2.176.000 jiwa. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk oer tahun selama periode 1971-1980 adalah sebesar 3,87 persen kemudian menurun menjadi 2,87 persen pada periode 1980-1990 dan turun lagi menjadi 2,52 persen pada periode 1990-2000. Laju pertumbuhan penduduk terus mengalami penurunan hingga tahun 2010 dimana periode 2000-2010 mencapai laju pertumbuhan dengan jumlah penduduk pada tahun 2010 mencapai 2,64 juta jiwa. Kemudian tahun 2015 penduduk Sulawesi Tengah mencapai 2,88 juta jiwa.

 

 

Tabel 57 Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk

KABUPATEN/KOTA

JUMLAH PENDUDUK (RIBU)

LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK PER TAHUN

2010

2014

2015

2010-2015

2014-2015

Toli-Toli

212,2

223,3

225,9

1,27

1,16

Buol

133,0

145,9

149,0

2,29

2,10

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

345,2

369,2

374,9

1,57

1,48

Total Provinsi

2.646,0

2.831,3

2.876,7

1,69

1,59

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Tengah 2016

 

A.1.3 Ekonomi

Pendapatan Regional merupakan salah satu Indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) , perkembangan PDRB Sulawesi Tengah, struktur perekonomian, pendapatan perkapita maupun pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Perekonomian Sulawesi Tengah 2015 berdasarkan Tahun Dasar 2010 cenderung mengalami peningkatan, dimana pertumbuhan ekonomi tahun 2015 mencapai 15,56 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 95,07 persen.

Tabel 58 PDRB Atas Dasar Harga Konstan

KABUPATEN/KOTA

2014

2015

Toli-Toli

4.427.892

4.730.885

Buol

3.314.252

2.525.217

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

7.742.144

7.256.102

Total Provinsi

60.522.627

70.898.748

Sumber : BPS Sulawesi Tengah 2016

A.1.4 Sarana

A.1.4.1 Pendidikan

Pada Tahun 2013 jumlah Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 321 unit. Untuk  tingkat Sekolah Dasar (SD) terdapat 824 unit pada tahun 2013.Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdapat 355 unit. Jumlah SMA/SMK di Kota Medan pada tahun 2013 sebanyak 361 unit. Berikut jumlah fasilitas pendidikan di Kota Medan tahun 2013. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.Kesehatan

Tabel 59 Jumlah Fasilitas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah

KABUPATEN/

KOTA

TK

SD

SMP

SMA/

SMK

Toli-Toli

148

244

67

11

Buol

148

178

70

12

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

296

422

137

23

Total Provinsi

3.447

2652

826

176

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo 2016

A.1.1.1 Kesehatan

Banyaknya Rumah Sakit di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2015, termasuk rumah sakit  TNI dan Polri, berjumlah 25 buah, untuk rumha sakit bersalin sebanyak 4 buah.

 

Tabel 60 Jumlah Fasilitas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

KABUPATEN/KOTA

RUMAH SAKIT

RUMAH BERSALIN

PUSKESMAS

POSYANDU

Toli-Toli

1

0

14

257

Buol

1

0

11

159

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

2

0

25

416

Total Provinsi

25

5

189

3.306

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Tengah 2016

A.1.1.1 Peribadatan

Jumlah penduduk menurut agama di Sulawesi Tengah pada Tahun 2015 adalah Islam sebesar 76,71 persen, Kristen 16,28 persen, Katolik 1,54 persen, Hinddu 4,70 persen, Budha dan konghucu kurang dari 1 persen.

 

 

Tabel 61 Jumlah Fasilitas Peribadatan Provinsi Sulawesi Tengah

KABUPATEN/KOTA

MASJID

MUSHOLA

GEREJA PROTESTAN

GEREJA KATHOLIK

PURA

VIHARA

Toli-Toli

316

61

65

4

11

3

Buol

246

60

29

10

7

2

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

562

121

94

14

18

5

Total Provinsi

3.586

809

2021

172

233

17

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Tengah 2016

A.1.1 Prasarana

A.1.1.1 Transportasi Darat

Prasarana  jalan  merupakan urat   nadi   kelancaran   lalu   lintas   di darat. Lancarnya arus lalu lintas akan sangat menunjang perkembangan ekonomi suatu daerah. Guna menunjang kelancaran perhubungan darat di Sulawesi Tengah sampai dengan keadaan akhir tahun 2015 tercatat panjang jalan yang ada 312.241,97 km. Sarana jalan yang ada pada tahun 2015 tercatat 4.095,20 km dalam kondisi baik, 2.517,61km sedang dan 2.474,81 km rusak, sedangkan yang dalam kondisi rusak berat 12.241,97 km.

 

 

Tabel 62 Panjang Jalan dan Kondisi Jalan Provinsi Sulawesi Tengah

KABUPATEN/KOTA

KONDISI JALAN

BAIK

SEDANG

RUSAK

RUSAK BERAT

Toli-Toli

152,53

392,50

402,16

327,92

Buol

518,10

428,76

189,22

59,79

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

670,63

820,26

591,38

387,71

Total Provinsi

4.095,20

2.517,61

2.474,81

12.241,97

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo 2016

 

A.1.1.2 Transportasi Laut

Sebanyak 18 pelabuhan yang mengirimkan aktivitas penumpang/barang yang masuk maupun keluar pelabuhan yang tersebar di sepuluh kab/kota yaitu : 2 buah pelabuhan di Kbupaten Dinggal yakni pelabuhan Donggal Wani, 2 buah pelabuhan di Kabupaten Poso yaitu pelabuhan Poso, 2 buah di Kabupaten Tojo Una-una yaitu Pelabuhan Wakai, Ampan, dan 3 buah pelabuhan di Kabupaten Morowali yaitu Pelabuhan Bungku, Kolonodale dan Wosu, 3 buah pelabuhan di Kabupaten Banggai dan 2 buah pelabuhan d Kabupaten Banggai Kepulauan yaitu Pelabuhan Banngai, Salakan, serta 1  pelabuhan di Kota Palu.

 

 

 

Tabel 63 Banyaknya Penumpang Kapal Yang Datang dan Berangkat

PELABUHAN

DOMESTIC

INTERNASIONAL

DATANG

BERANGKAT

DATANG

BERANGKAT

Toli-Toli

245

245

-

-

Buol

-

-

-

-

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

245

245

-

-

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Tengah 2016

 

 

A.1.1.3 Transportasi Udara

Pada Tahun 2015 terlihat adanya peningkatan terhadap jumlah pesawat yang dating dan berangkat disbanding tahun 2014. Pesawat yang berangkat melalui pelabuhan udara se-Sulawesi Tengah mengalami kenaikan sebesar 15,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.hal yang sama terjadi pada kenaikan penumpang yang berangkat melalui bandara di Sulawesi Tengah meningkat sebesar 6,99 persen.

 

 

 

 

 

Tabel 64 Arus Lalu Lintas Pesawat Udara dan Penumpang

PELABUHAN UDARA

PESAWAT

PENUMPANG

TRANSIT

DATANG

BERANGKAT

DATANG

BERANGKAT

Toli-Toli

263

264

9.809

10.409

-

Buol

163

160

3.130

3.079

39

Total Kab/Kota yang masuk dalam kawasan perbatasan

426

424

12.939

13.488

39

Total Provinsi

7.280

7.278

655.202

665.422

8.738

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Selatan 2016

Peta Rencana

Kontak